“Dalam proses pengerjaannya, ini adalah salah satu latihan musik ter-berat dan ter-keras saya.”, ungkap Alberth ‘26 saat bercerita tentang kemenangannya sebagai juara 1 pada kompetisi solo gitar tahun ini di FLS2N putaran Kabupaten Sidoarjo. FLS2N merupakan ajang kompetisi bakat bidang seni dan budaya bagi siswa tingkat SD, SMP, dan SMA. Kompetisi ini merupakan acara tahunan yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikburistek) sebagai bagian dari rangkaian kompetisi yang diadakan pada semester pertama tahun ini seperti OSN dan O2SN. Karena diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, tingkat gengsi yang diusung kompetisi ini adalah salah satu yang terbaik di Indonesia sehingga menjadi salah satu yang paling kompetitif karena kompetisi ini mempertandingkan seniman - seniman siswa terbaik dari setiap skolah di seluruh Indonesia.
Tahun ini, SMA Pembangunan Jaya Sidoarjo mengirimkan beberapa perwakilannya untuk berkompetisi di berbagai bidang seni yang dipertandingkan pada FLS2N putaran tingkat kabupaten. Dan dari perwakilan tersebut, dua kemenangan berhasil diraih. Juara 2 film pendek yang diraih oleh Kalila ‘26, Nenggo ‘26, dan Chelsia ‘26. Dan, Juara 1 gitar solo diraih oleh Alberth ‘26.
Ingin menyelami lebih dalam pencapaian luar biasa ini, The Arc bertanya kepada para seniman berprestasi dan berbakat tersebut, pengalaman dan suka duka mereka selama mengerjakan kompetisi ini, berikut tanggapan mereka :
Kalila ‘26, Nenggo ‘26, & Chelsea ‘26, “Pembuatan film pendek ini dimulai dengan pembuatan dan pengesahan konsep dengan tema yang diberikan. Tema untuk filmnya berhubungan dengan prestasi dalam bidang seni. Kita ingin membuat sebuah kisah yang realistis namun tetap menginspirasi, jadi kita mengangkat topik peran kegagalan dalam bingkai kesuksesan. Lalu, kami susun kru serta pemeran yang dibutuhkan dan menjadwalkan waktu rekaman. Ketika waktu itu sudah datang, kita merekam tiap adegan sesuai dengan naskah/storyboard. Hasil rekaman tersebut digunakan dalam proses penyuntingan. Kita juga merekam ulang sound effect/sfx sendiri”. Mereka melanjutkan, “Saat kami membuat filmnya di bulan April, itu berada di tengah-tengah lebaran. Jadi, kami sangat kesulitan meminta bantuan teman-teman sebagai pemeran. Pemeran yang kami dapatkan lebih sedikit daripada yang kami harapkan, namun hasil akhirnya masih cukup memuaskan. Tidak hanya itu, kita sendiri kepotong oleh mudik dan liburan, sehingga waktu rekaman dan menyunting kepotong juga.”. “Ada banyak hal yang dipelajari dalam proses pembuatan film ini. Dari sinematography, manajemen tim, dsb. Kesempatan ini telah mengajarkan kita banyak hal, namun tetap saja menyenangkan dan seru”, tutur mereka.
Alberth ‘26, “Jadi saya sebenarnya mau ikut lomba gitar solo FLS2N hanya untuk mencoba, karena ini adalah pertama kali saya ikut lomba musik, terutama sesuai keinginan saya sendiri”. Ia melanjutkan, “Jujur saja, saya cukup stress dan lelah dalam mengerjakannya. Karena banyaknya perubahan jadwal yang mendadak, banyaknya tanggungan acara lain, lagunya sulit, dan mepetnya waktu pengerjaan”. “Dalam proses pengerjaannya, ini adalah salah satu latihan musik ter-berat dan ter-keras saya. Saya ingat latihan dari pagi sampai jam 6 sore di sekolah, hingga ada waktu tangan saya sudah sakit, kalau tidak salah saya sempat nangis hehe. Dan saya akhiri dengan rekaman dengan hasil yang seadanya saja.”, dia menceritakan tantangannya. “Namun yang cukup mengejutkan, Alhamdulillah Puji Tuhan saya mendapatkan info dari guru pembimbing saya (Pak Alex), bahwa saya telah menang juara 1 tingkat Kabupaten, dan lolos ke lomba tingkat Provinsi”, ujarnya.
Prestasi luar biasa ini, menjadi bukti bahwa memang banyak calon seniman masa depan di kalangan SMA Pembangunan Jaya Sidoarjo. Selamat untuk Alberth, Kalila, Nenggo, dan Chelsia, semoga keberhasilan menyertai kalian di babak selanjutnya! Kalian telah menjadi inspirasi bagi kami semua.
Pimpinan Redaksi : Syakira Azzah K.S.
Jurnalis : Syakira Azzah K.S.
Editor & Translator : Syakira Azzah K. S.
Photo : Mr Muhid


Tinggalkan Balasan