{"id":204,"date":"2024-04-07T09:24:00","date_gmt":"2024-04-07T09:24:00","guid":{"rendered":"http:\/\/thearc.my.id\/?p=204"},"modified":"2024-04-07T09:54:42","modified_gmt":"2024-04-07T09:54:42","slug":"bulan-penuh-hari-raya-keagamaan-smapj-sidoarjo-merayakannya-dengan-rangkaian-festival-keagamaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/thearc.my.id\/id\/2024\/04\/07\/bulan-penuh-hari-raya-keagamaan-smapj-sidoarjo-merayakannya-dengan-rangkaian-festival-keagamaan\/","title":{"rendered":"Bulan Penuh Hari Raya Keagamaan, SMAPJ Sidoarjo Merayakannya dengan Rangkaian Festival Keagamaan\u00a0"},"content":{"rendered":"<p class=\"has-contrast-dark-color has-text-color has-link-color wp-elements-02b46cdc8bc91b3366da84cab177ec4a\">Maret 2024 merupakan bulan dengan hari raya keagamaan terbanyak tahun ini. Pada bulan ini, siswa rata-rata hanya bersekolah empat dari lima hari karena libur. Dimulai dari tahun baru Hindu yaitu Hari Raya Nyepi pada tanggal 11.<sup>th<\/sup>Dan bulan Maret ini diakhiri dengan Jumat Agung dan Paskah yang jatuh pada tanggal 29<sup>th<\/sup>. And the month ended with Good Friday and Easter that falls on the 29<sup>th<\/sup> dan 31 Maret.<sup>st<\/sup> Maret.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-contrast-dark-color has-text-color has-link-color wp-elements-120959fc33783c2081eb4eb35ee3f69b\">Selama beberapa tahun terakhir, SMA Pembangunan Jaya Sidoarjo telah menyatukan perayaan keagamaan tersebut melalui serangkaian kegiatan dalam program yang diberi nama \u201cReligious Fest\u201d. SMA Pembangunan Jaya bangga memiliki keragaman agama dan kepercayaan di kalangan siswanya. Karena lingkungan komunitas sekolah yang penuh hormat serta kemampuannya untuk mendukung setiap keyakinan siswanya, para siswa dapat dengan bebas mengekspresikan kepercayaan mereka sepenuhnya. Dan \u201cReligious Fest\u201d ini adalah salah satu wadahnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-contrast-dark-color has-text-color has-link-color wp-elements-76e64c6c1e18bb5a64f683faaf9c4c8c\">Rangkaian perayaan dimulai dengan pembelajaran outdoor dan live in bagi siswa kelas 10.<sup>th<\/sup> Para siswa\/i mengunjungi pesantren, panti asuhan, dan panti jompo setempat. Mereka melakukan berbagai kegiatan antara lain bakti sosial, ibadah, dan mini live-in. The Arc meminta beberapa siswa kelas 10<sup>th<\/sup> untuk menceritakan kisah mereka selama program ini, berikut penuturan mereka :<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-contrast-dark-color has-text-color has-link-color wp-elements-6816319eaa45de2d1de13ae44c3346ce\">Jacinda \u201926, yang mengunjungi pesantren, membagikan perasaan kagumnya terhadap santri(wati) yang dia lihat disana, \u201cjadi kita ke pesantren nya waktu hari senin tanggal 18 maret. nama tempatnya tuh pondok pesantren \u201cAl-Falah\u201d. terus untuk kegiatan yang pertama kali kita lakuin waktu udah sampai disana, kita dikumpulin ke pendopo yang ada di tengah-tengah tempat itu karena bakal ada penyampaian materi dari ustad yang berasal dari pondok pesantren tersebut, disitu kita dikasih materi tentang puasa. jadi ustad tersebut ngebahas tentang puasa lebih mendalam. setelah sesi dari ustad nya memberikan materi tentang puasa, kita diajak untuk ke makam pendiri pondok pesantren nya, disitu kita diajak buat jalan ke makam nya. terus habis dari tempat makam nya kita diajak jalan sejauh 600\/700 meter ke tempat pondok pesantren lain nya. waktu udah sudah sampai kita diajak masuk lebih dalem, dan disitu itu di kasih tunjuk kalau ada rumah dari pendiri NU yang masih di jaga disana. sampai ada adzan dhuhur, akhirnyalah kita sholat berjamaah di tempat itu, jadi memang udah ada tempat yang di kosongin buat sholat berjamaah. nah disini yang bikin aku takjub tuh santriwati disana bener-bener yang apaya sebutan nya, pokonya begitu ngedenger suara adzan langsunf buru-buru ngambil wudhu dan langsung ngumpul buat sholat berjamaah, keren sih.\u201d, kemudian Jacinda juga menceritakan tentang bagaimana santri dan santriwati disana sangat paham tentang bahasa arab dan kemampuan mereka untuk mencatat arti dari Al \u2013 Quran dengan cepat, dan hal tersebut sangat dikagumi Jacinda. Jacinda menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan ini berlanjut hingga sangat larut malam dan dilaksanakan kembali pada hari selanjutnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-contrast-dark-color has-text-color has-link-color wp-elements-546c5e8772cf6f7483e816ea90606dd1\">Alberth \u201926 dan Nenggo \u201926 menceritakan kegiatan mereka selama berada di panti. Alberth menjelaskan kegiatan mereka, \u201cSelama kegiatan penginapan yang biasa disebut live in atau retreat di Religious Fest. Yang Agama Nasrani baik itu Kristen Protestan atau Kristen Katolik, pergi untuk menginap di 4 Panti Asuhan atau Pondok dengan dibagi 4 kelompok. Untuk salah satunya adalah kelompok kami yaitu kelompok Pondok Pemulihan Efrata, yang anggotanya adalah Alberth, Nenggo, Matthew, Eliza, Kezia, Inori, Acca. Tempat ini bukan seperti panti, namun lebih seperti tempat rehabilitasi bagi saudara-saudara kami yang memiliki gangguan jiwa atau biasa disebut ODGJ, mereka menyebutnya sebagai Saudara Layan. Ada banyak kegiatan yang kami lakukan. Contohnya seperti ikut mengawasi kegiatan-kegiatan saudara layan, beribadah bersama, makan bersama, memasak, menonton film, dan lainnya\u201d. Kemudian Alberth melanjutkan, \u201cTentu dari kegiatan ini kami dapat mempelajari banyak hal mengenai saudara-saudara kami yang memiliki kondisi tersebut. Kami juga dapat lebih bersyukur karena memiliki kondisi yang lebih cukup dibanding beberapa orang disana, dan semoga karena kegiatan ini semuanya dapat lebih peduli dengan orang-orang lain yang memiliki kondisi tersebut di Pondok atau Panti Asuhan lainnya\u201d. Sedangkan, begini pandangan Nenggo mengenai kegiatan tersebut, \u201cBisa dikatakan life changing. Punya kesempatan untuk berkegiatan di tempat yang orang jarang ketahui dan melayani orang yang berkebutuhan adalah pengalaman yang gak akan terlupakan\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-contrast-dark-color has-text-color has-link-color wp-elements-12dc74ae6fbb33242bbcffe9baacb52f\">Setelah para siswa pulang dari perjalanan singkat mereka, kegiatan selanjutnya segera menyusul. SMA Pembangunan Jaya mengundang 5 tokoh agama yang berbeda sekaligus untuk berdiskusi dengan siswa\/i tentang suatu mosi dipandang dari perspektif agama yang berbeda - beda. Mosi tahun ini adalah tentang bagaimana keimanan dijadikan sebagai perisai resilier dalam jiwa seseorang. Bagian dari program ini dimaksudkan untuk menunjukkan dan menyadarkan para siswa untuk merasakan indahnya toleransi antar umat beragama di negara Indonesia yang majemuk.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-contrast-dark-color has-text-color has-link-color wp-elements-2984863a82586b922fa04ccd2828915a\">Selama dua minggu Festival Keagamaan ini juga, setiap hari sepulang sekolah, para siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil di kelas untuk melakukan amalan keagamaan bersama guru yang ditugaskan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-contrast-dark-color has-text-color has-link-color wp-elements-5bd3ea3c073af55ed74ec38216f346b2\">Religious Fest ini diakhiri dengan acara akhir yang merupakan perayaan puncak. Pada hari Senin tanggal 1 April<sup>st<\/sup> 2024, siswa berangkat ke sekolah pada pukul 11.00 dan pulang pada pukul 20.00. Perayaan selama sembilan jam ini diisi dengan penampilan keagamaan oleh para siswa dari berbagai kelas. Penampilan ini diisi dengan berbagai musik, tarian, ceramah, dan bahkan drama komedi teatrikal. Karena ini adalah bulan suci Ramadhan, para siswa\/i berbuka puasa bersama dan makan malam bersama teman-temannya yang berbeda agama juga. Dalam perayaan tersebut, para siswa juga memberikan bakti sosial kepada anak yatim dan makan malam di sekolah bersama mereka. Kemudian, malam itu diakhiri dengan Sholat Tarawih berjamaah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-contrast-dark-color has-text-color has-link-color wp-elements-29314c097133a11359df728a2c193b98\">Rangkaian kegiatan yang digelar SMA Pembangunan Jaya Sidoarjo ini sukses mendekatkan persaudaraan siswa-siswinya. Pada Religious Fest ini, para siswa benar-benar bisa merasakan dan melihat lebih jelas apa sebenarnya arti hidup di negara yang penuh dengan keberagaman agama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-contrast-dark-color has-text-color has-link-color wp-elements-9c3c2f75fa7ff7d7d044b622ef79c26b\">Pimpinan Redaksi : Syakira Azzah K.S.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-contrast-dark-color has-text-color has-link-color wp-elements-852749ad2c45e93dee5e50ae924d3840\">Jurnalis : Syakira Azzah K.S.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-contrast-dark-color has-text-color has-link-color wp-elements-3a6ec69342962dd48f23fafcabac7323\">Editor &amp; Translator : Syakira Azzah K. S.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-contrast-dark-color has-text-color has-link-color wp-elements-8b768ba9fd831c0bb517866439c1710e\">Photo : Nenggo \u201826<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>March 2024 is the month with the most religious holidays. This month, the students only went to school four out of five days averagely, due to the holidays. Starting from the Hindunese new year, \u201cNyepi\u201d or \u201cDay of Silence\u201d on the 11th. Then it was quickly followed by the start of Muslims Holy Month of [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":205,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[],"class_list":["post-204","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-programs-activities"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/thearc.my.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/thearc.my.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/thearc.my.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/thearc.my.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/thearc.my.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=204"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/thearc.my.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":212,"href":"https:\/\/thearc.my.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204\/revisions\/212"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/thearc.my.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/205"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/thearc.my.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=204"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/thearc.my.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=204"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/thearc.my.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=204"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}