{"id":293,"date":"2024-06-28T05:22:44","date_gmt":"2024-06-28T05:22:44","guid":{"rendered":"http:\/\/thearc.my.id\/?p=293"},"modified":"2024-06-28T05:26:07","modified_gmt":"2024-06-28T05:26:07","slug":"council-program-spotlight-cultural-fest-cultinary","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/thearc.my.id\/id\/2024\/06\/28\/council-program-spotlight-cultural-fest-cultinary\/","title":{"rendered":"Sorotan Program Kerja OSIS : Cultural Fest &amp; Cultinary"},"content":{"rendered":"<p>Yang membuat class meeting semester ini berbeda dari sebelumnya adalah kehadiran bentuk kompetisi baru yang menggabungkan pertunjukan budaya, kostum, kuliner, dan bisnis. Dua bentuk kompetisi baru tersebut disebut \"Cultural Fest\" dan \"Cultinary\".<\/p>\n\n\n\n<p>Cultinary diadakan pada minggu awal classmeeting pada tanggal 12 Juni. Cultinary adalah program\/acara yang diselenggarakan oleh Departemen Kewirausahaan OSIS SMA Pembangunan Jaya. Program ini merupakan kompetisi kuliner dan bisnis dengan sentuhan budaya dari berbagai negara. Dalam kompetisi ini, setiap kelas memilih beberapa siswa untuk mewakili mereka dengan memasak hidangan tertentu \u2013 bisa berupa camilan, minuman, dan\/atau hidangan utama dari negara tertentu yang telah dibagi secara acak kepada kelas mereka. Tema kali ini adalah Asia \u2013 dan negara-negara yang diwakili adalah China, Jepang, Korea Selatan, Arab Saudi, dan India. Setelah membuat hidangan kuliner, para siswa kemudian diminta untuk menjualnya di lorong sekolah sepanjang hari dengan cara yang sekreatif mungkin, karena penjualan juga menjadi bagian dari penilaian kompetisi. Setelah periode penjualan selesai, para juri culinary akan mengunjungi stan makanan kelas-kelas dan mengajukan beberapa pertanyaan tentang sejarah hidangan dan mencicipi sedikit dari makanan yang sudah dijual sebelumnya. Berbagai jenis makanan dijual pada hari itu seperti berbagai jenis kari dengan roti dan\/atau nasi, minuman matcha, hwachae, tanghulu, cokelat dingin, kimbap, bubble tea\/boba, dan banyak lagi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Acara tambahan baru berikutnya adalah Cultural Fest. Semester ini, Cultural Fest diadakan pada tanggal 19 Juni. Cultural Fest adalah program\/acara yang diselenggarakan oleh Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia OSIS SMA Pembangunan Jaya. Dalam program ini, siswa berkompetisi dalam berpakaian sesuai dengan kostum tradisional negara yang mereka terima dan tampil sesuai dengan tema yang ditugaskan. \"Cultural Fest sebenernya terinspirasi dari program SPJ yang dulu pernah diadakan rutin, yaitu \"Culture Day\". Dengan adanya Cultural Fest ini diharapkan temen-temen bakal lebih mengenal budaya di luar budaya Indonesia, jadi mereka ga hanya sekedar tau luarnya, tapi mereka juga tau bagaimana cara membuat makanan tradisional disana, terdiri dari bahan apa saja, kenapa harus pakai bahan itu, kenapa bahasa di negara tersebut seperti itu, tariannya seperti apa, kenapa hal tersebut menjadi \"khas\" negara tersebut dan banyak lagi. Selain itu, Cultural  Fest ini diadakan supaya terbentuk sikap yang terbuka terhadap keberagaman, supaya temen-temen  di SMA PJ 2 akan lebih toleransi dan lebih menghargai perbedaan yang ada di dunia, istilahnya biar ga \"kaget\" gitu kalau nanti mereka melihat langsung budaya disana\". kata koordinator Departemen, Althea '25. Ketika ditanya tentang persiapan acara ini, inilah yang dikatakan Ravell '25, selaku PIC acara, kepada The Arc, \"Beberapa kali kita kumpul buat bahas prokernya kayak apa aja negara\" yang mau dipake, yang mau di lombain apa, ada pentas atau gimana, dll deh pokoknya.\". Althea juga menambahkan pengalamannya selama acara ini, \"Terus waktu ngelaksanain proker ini jujur aku dapet banget pengalaman yang baru, kayak karena tema kita tahun ini Asia, aku jadi tau kalo ternyata banyak banget negara yang aku tau selama ini, tapi aku ga tau kalau itu negara Asia. Lalu aku juga ngerasa happy banget ngeliat antusias temen-temen dalam mengikuti Cultural Fest, happy banget ngeliat betapa kreatifnya mereka buat ngepresentasiin budaya negara yang didapet, aku juga kadang masih amaze banget liat budaya dari negara lain, pokoknya seru!\". Kemudian, Ravell menyampaikan pesannya untuk Cultural Fest berikutnya, \"Pastinya semoga culture fest selanjutnya lebih bagus daripada yang kemarin lebih keren, dan seru. tapi culture fest bukan buat nyari seru doang tapi nyari ilmu juga apalagi tentang kultur negara-negara lain seperti baju tradisional, makanan , bahkan bahasa juga\".\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan menambahkan pendidikan dan integrasi tentang budaya ke dalam classmeeting, diharapkan siswa dapat terus belajar dan mencoba hal-hal baru dan juga bersenang-senang dalam waktu yang bersamaan di SMA Pembangunan Jaya Sidoarjo, dan karenanya - tidak sabar untuk mengetahui ke bagian dunia mana kita akan bepergian berikutnya pada Culfest dan Culinary mendatang!<\/p>\n\n\n\n<p>Pimpinan Redaksi : Syakira Azzah K.S.<\/p>\n\n\n\n<p>Jurnalis : Syakira Azzah K.S.<\/p>\n\n\n\n<p>Editor &amp; Translator : Syakira Azzah K.S.<\/p>\n\n\n\n<p>Dokumentasi : Jasmine \u201825<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>What made this semester\u2019s classmeeting stood out from the rest, is the presence of new form of competition corporating cultural performances, costumes, culinary, and bussiness running. Those two fresh form of competiitons are called \u201cCultural Fest\u201d and \u201cCultinary\u201d. Cultinary was held earlier on the week of class meeting on the 12th of June. Cultinary is [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":294,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[],"class_list":["post-293","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-programs-activities"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/thearc.my.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/293","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/thearc.my.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/thearc.my.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/thearc.my.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/thearc.my.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=293"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/thearc.my.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/293\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":296,"href":"https:\/\/thearc.my.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/293\/revisions\/296"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/thearc.my.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/294"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/thearc.my.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=293"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/thearc.my.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=293"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/thearc.my.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=293"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}