{"id":504,"date":"2025-06-30T12:23:51","date_gmt":"2025-06-30T12:23:51","guid":{"rendered":"http:\/\/thearc.my.id\/?p=504"},"modified":"2025-06-30T12:23:54","modified_gmt":"2025-06-30T12:23:54","slug":"framing-literature-in-film-the-creativity-of-students-at-sma-pembangunan-jaya-2-sidoarjo-shines-on-the-big-screen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/thearc.my.id\/id\/2025\/06\/30\/framing-literature-in-film-the-creativity-of-students-at-sma-pembangunan-jaya-2-sidoarjo-shines-on-the-big-screen\/","title":{"rendered":"Membingkai Sastra dalam Film, Kreativitas Siswa Sekolah SMA Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo Bersinar di Layar Lebar"},"content":{"rendered":"<p>Sebagai bagian dari <em>Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila<\/em> (P5), program Pandora di SMA Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo tahun ini menghadirkan sebuah pengalaman belajar yang istimewa. Pandora sendiri merupakan singkatan dari <em>Panggung Dolanan Bahasa dan Sastra<\/em>, sebuah program tahunan yang dirancang untuk mengasah kreativitas siswa melalui karya berbasis bahasa dan seni. Tahun ini, Pandora mengusung tema kearifan lokal, namun dalam proses kreatifnya para siswa diberi kebebasan untuk menafsirkan dan mengeksplorasi gagasan masing-masing.<\/p>\n\n\n\n<p>Hasilnya pun sangat beragam. Dari puisi-puisi karya sastrawan Indonesia, siswa kelas 10 diajak menafsirkan makna, menyusun sinopsis, lalu mengubahnya menjadi skenario film. Setiap kelas dibagi menjadi dua kelompok, dengan masing-masing kelompok menghasilkan satu film berdurasi maksimal 15 menit. Dengan tiga kelas yang terlibat, Pandora tahun ini melahirkan enam film pendek yang beragam dalam tema dan gaya penyajiannya. Yang membuat istimewa, semua film itu berangkat dari puisi, menjadikan proses ini sebagai bentuk apresiasi dan transformasi sastra yang menyeluruh.<\/p>\n\n\n\n<p>Film tersebut ditayangkan perdana di bioskop Cinepolis Cito Surabaya pada 19 Juni 2025. Ini menjadi kali pertama karya Pandora diputar di layar lebar dengan kerja sama pihak luar, setelah sebelumnya hanya diputar secara internal di Aula Sekolah.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSetiap tahun kita berupaya membuat konsep yang berbeda. Dua tahun lalu, konsepnya adalah membuat drama panggung tanpa dubbing dengan pemahaman naskah. Tahun lalu, tiap kelas membuat film berdurasi 30 menit. Tahun ini kami batasi durasinya menjadi 15 menit, sehingga tiap kelas bisa membuat dua film. Yang paling berbeda adalah kerja sama dengan Cinepolis Cito, dan kami juga mulai mengundang wali murid, walau belum semuanya. Mungkin tahun depan bisa kami buka lebih luas, sesuai situasi,\u201d ujar Gigih Pebrianto, guru ketua pelaksana kegiatan Pandora, Sabtu (28\/6\/2025).<\/p>\n\n\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>Read More<\/summary>\n<p>Seluruh siswa kelas 10 hadir sebagai pembuat film sekaligus penonton utama dalam pemutaran perdana karya mereka. Turut hadir pula siswa kelas 11 dan beberapa perwakilan kelas 12 diundang untuk menyaksikan film-film tersebut. Para guru dan sejumlah wali murid juga hadir, menjadikan suasana di dalam bioskop hangat dan penuh dukungan. Area sekitar studio pun ramai oleh antrean siswa yang membeli popcorn dan camilan lainnya, membuat pengalaman menonton terasa semakin nyata dan meriah. Beberapa siswa tampak gugup karena untuk pertama kalinya wajah dan karya mereka tampil di layar lebar, ditonton oleh banyak pasang mata. Poster dan trailer resmi yang disiapkan sebelumnya turut memperkuat kesan bahwa ini bukan sekadar tugas sekolah, melainkan sebuah karya yang layak dipersembahkan secara profesional.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski sempat terjadi beberapa kendala teknis yang menyebabkan perpindahan studio, para siswa tetap antusias mengikuti seluruh rangkaian pemutaran. Bahkan, momen tersebut justru menambah cerita tersendiri di balik layar, bahwa proses berkarya tidak hanya soal hasil, tapi juga perjalanan dan kenangan yang dibangun bersama. Saat pemutaran berlangsung, beberapa adegan sukses mengundang gelak tawa penonton, terutama dari film-film yang menyuguhkan unsur humor atau dialog jenaka khas remaja. Di sisi lain, film bergenre drama dan horror juga berhasil membuat suasana sesekali hening, seolah penonton larut dalam alur cerita yang disampaikan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAlhamdulillah, dari hasil diskusi kita kemarin, menurut saya hasilnya sangat bagus. Tidak ada kekurangan, semuanya sudah luar biasa. Mungkin kalaupun ada kekurangan, itu lebih pada kendala teknis di luar proses pembuatan film, seperti masalah IT. Saya sangat berterima kasih kepada seluruh panitia, termasuk anak-anak kelas 10, yang sudah membuat film dalam waktu yang sangat singkat di sela-sela kegiatan dengan jadwal yang sangat padat, tapi tetap bisa menghasilkan karya yang luar biasa. Semuanya terlihat sangat profesional,\u201d ucap Gigih Pebrianto dengan rasa bangga.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai penutup, acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan simbolis kepada beberapa kategori film pilihan, seperti film terbaik, akting terbaik, sinematografi terbaik dan masih banyak lagi. Meski bukan ajang kompetisi, penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas upaya dan dedikasi para siswa dalam mewujudkan karya mereka dari awal hingga akhir.<\/p>\n<\/details>\n\n\n\n<p>Pimpinan redaksi : Evelyne Dian P.<\/p>\n\n\n\n<p>Jurnalis : Evelyne Dian P.<\/p>\n\n\n\n<p>Editor &amp; Translator : Evelyne Dian P.<\/p>\n\n\n\n<p>Photo : Event\u2019s photographer <\/p>\n\n\n\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>As part of the Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), this year&#8217;s Pandora program at SMA Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo presented a special learning experience. Pandora itself stands for Panggung Dolanan Bahasa dan Sastra, an annual program designed to sharpen students&#8217; creativity through language- and art-based works. This year, Pandora adopted the theme of local [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":505,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7,12,1],"tags":[],"class_list":["post-504","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-programs-activities","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/thearc.my.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/504","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/thearc.my.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/thearc.my.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/thearc.my.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/thearc.my.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=504"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/thearc.my.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/504\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":506,"href":"https:\/\/thearc.my.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/504\/revisions\/506"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/thearc.my.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/505"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/thearc.my.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=504"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/thearc.my.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=504"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/thearc.my.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=504"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}