Kompetisi riset dan inovasi tahunan Sekolah Pembangunan Jaya bertajuk “Holistic” baru saja berakhir pada Senin, 4 Maretth 2024 lalu – dan para siswa/i mengaku tantangan tahun ini cukup berat. Setiap tahunnya, School Science Centre (SSC) Sekolah Pembangunan Jaya menantang siswa-siswinya mulai dari TK hingga SMA untuk melakukan penelitian, menulis makalah dan membuat produk inovasi yang mereka ciptakan berdasarkan penelitian dan tema yang diangkat – tahun ini adalah : “Kreativitas dan Inovasi Siswa Sekolah Pembangunan Jaya dalam Teknologi Ramah Lingkungan”.
Syakira ’25, “Sebelum Holistik, saya tidak pernah membayangkan saya akan melihat cangkang telur dan berpikir untuk membuat pasta gigi darinya, tapi itulah yang saya lakukan tahun ini! Dan saya kira itulah inti tujuan dari kompetisi ini”. Melalui kompetisi ini diharapkan siswa belajar bagaimana memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitarnya. Setiap tahunnya, Holistic terus mendorong batas kemampuan siswa melalui berbagai tantangan. Mulai dari mengundang juri dari profesor universitas ternama di tanah air, hingga jangka waktu penelitian, eksperimen, dan uji coba yang terbatas. Rasya ’26 menyatakan, “Mungkin jadwal dan deadline nya agak terlalu ketat but everything works fine at the end of the day. Tapi untuk Holisticnya sendiri seru kok, menantang.”
The Arc meminta beberapa peserta yang berhasil lolos ke babak final tahun ini untuk berbagi pengalamannya, berikut tanggapan mereka :
Althea ’25, “Holistic kemarin overall seru sih, kita (kelompok Althea) bisa tahu gimana cara buat skincare yang selama ini kita pakai. Kita juga bisa explore soal bahan – bahan kimia dan reaksinya. Cuma memang karena waktu yang diberikan buat ngerjain sangat terbatas dan dibarengi pengerjaan projek PTS yang memang banyak banget, jadinya kita agak ke pressure gitu, kurang enjoy waktu pengerjaan juga karena dikejar waktu. Belum lagi, bahan kimia itu jarang ada yang jual jadi perlu beberapa hari untuk bahan – bahannya terkumpul.”
Chelsia ’26, “Lomba Holistic ini sangat seru karena pertama kali pengalaman membuat alat peraga dan dilombakan. Seru karena kita mengganti judul 4x, dan membuat alat peraga yang gagal lalu coba lagi. Karena lomba Holistic ini juga, melatih management waktu serta bernalar untuk menyelesaikan masalah yang ada.”
Komposisi pemenang tahun ini tampil beragam dan segar. Juara ketiga diraih oleh tim pemenang berturut-turut dari tahun lalu, yang terdiri dari tiga anggota: Syakira '25, Aurellia '25, dan Descha '25. Juara kedua dalam kompetisi ini diraih oleh duo siswi kelas sepuluh : Kalila ’26 dan Rasya ’26. Dan tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, juara pertama dimenangkan secara solo oleh Jasmine '25. Adapun adalah perjuangan mereka dalam perjalanan meraih prestasi mengesankan tersebut, berikut yang dibagikan Kalila ’26 dan Jasmine ’25 kepada The Arc. “Benar-benar gak menduga masuk final, apalagi menang. Saya sangat berterima kasih atas dukungan keluarga, teman-teman dan guru-guru saat penyusunan proposal dan presentasi. Struggle-nya utamanya hadir saat pemrograman sih, soalnya saya sendiri belum begitu paham pemrograman yang rumit. Manajemen waktu juga sulit, soalnya ada banyak hal lain yang membutuhkan perhatian saya.”, kata Kalila. Sedangkan ini kata Jasmine, “Waktu awal holistic dimulai aku selalu dapet pertanyaan "Jasmine yakin?" "kamu beneran individu?" "kamu ngga mau gabung sama si ini aja?" dan banyak pertanyaan lainnya. Tapi, what if aku emang berkelompok tapi beda mapel peminatannya? sama aja kaya sia - sia karna nilai mapel peminatanku ngga bakal naik - naik banget, pada akhirnya aku memutuskan untuk individu. "okey... harusnya kalo bikin makalah doang aku masih bisa ngerjainnya, selama ngga sampai ke tahap pembuatan produk, aku masih oke oke aja" itu pikiranku selama aku ngerjain makalah, tapi realita berkata lain. Iya Alhamdulillah aku masuk final, but the real pain has begun. aku mulai ngerasain beban karna harus selesai-in game itu selama ±1 setengah minggu. just a little funfact, aku nangisin project ini lebih dari 10x. pressurenya kerasa banget, apalagi masih ada project lainnya yang berjalan bersamaan. but big thanks buat Fabiano and pak Gigih as pembimbing, finally game "Open it !" has finished. Without them, wah udah. Kalo diceritain semua struggle yang aku alamin selama ngerjain holistic pasti bakal panjang banget. aku mau ngucapin thank you buat temen temen yang udah nguatin dan semangatin aku selama ngerjain holistic, without you guys aku pasti ga akan sekuat itu ngejalaninnya. Standing alone doesn’t mean you won’t succeed as long as you’re strong enough to do it. This is Jasmine, signing out from Holistic 2024.”, Jasmine stated.
Pernyataan tersebut merupakan bukti tujuan dari kompetisi tahunan ini. Artinya, setiap orang yang berhasil berpartisipasi dalam Holistic telah membuktikan diri bahwa mereka mampu melakukan lebih dari apa yang mereka yakini.
Pimpinan Redaksi : Syakira Azzah K.S.
Jurnalis : Syakira Azzah K.S.
Editor & Translator : Syakira Azzah K.S.
Documentation : Mr. Muhid


Tinggalkan Balasan