Pada hari Rabu tanggal 14 Februarith 2024 telah dilaksanakan pemilihan umum presiden dan badan legislatif. Tahun ini, sebagian besar siswa/i tidak merayakan tanggal 14 Februari sebagai Hari Valentine, melainkan sebagai hari pertama mereka menjalankan tugas sebagai warga negara : berpartisipasi dalam demokrasi bangsanya. Karena pada tahun ini, para siswa/i yang telah menginjak usia 17 tahun baru saja memperoleh hak pilihnya dalam pemilu nasional.
Pemilu nasional tahun ini senantiasa menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat, dan tidak terkecuali para siswa/i SMA Pembangunan Jaya Sidoarjo. Selama beberapa bulan terakhir, karena kampanye media sosial yang dilakukan para kandidat pemilu, remaja telah mendominasi obrolan dan komentar seputar pemilu di media massa. Dan sebagai pemilih pemula, banyak pula diskusi mengenai pemilu di kalangan siswa/i, baik secara formal di kelas maupun santai saat istirahat makan siang. Dari tren tiktok hingga teori konspirasi, para siswa/i terus berdiskusi dengan penuh semangat sambil menghitung hari hingga tanggal 14 Februarith 14 Februari untuk melakukan apa yang oleh sebagian siswa/i sebut sebagai, “tugas menjadi orang dewasa”.
Menjelang hari pesta demokrasi, The Arc meminta siswa kami untuk berbagi pengalaman.
Descha '25, “Jujur aku bangun itu excited parah, soalnya kayak pas banget aku naik 17 dan tahun ini pergantian presiden, how lucky I am. Jadi aku nyoblosnya itu jam 11 an siang. Sampai ke TPS kita daftar dulu buat ambil antrian. Dan sebenarnya yang bikin malas itu menunggunya, lama sekali. Bisa dibilang aku nunggu sampai satu jam setengah. Lalu waktu dipanggil kita dapat 5 kertas yang besar sekali. Isi kertasnya pemilihan presiden, DPR, DPRD 1, DPRD 2, dan DPD. Dan tentunya kita diminta buat nyoblos satu ya. Tapi jujur saja, waktu (mencoblos) DPD dan DPRD itu aku nyoblos lebih dari satu, karena aku tidak tahu kalau ternyata disuruh coblos satu saja. Tapi di kertas selanjutnya, aku hanya memilih 1 orang saja, tidak lebih. Ini pengalaman yang keren buat aku sih, soalnya dengan mencoblos ini aku merasa jadi orang dewasa ”
Sangat menarik melihat setiap siswa yang telah memperoleh hak pilih – menggunakan haknya. Ini adalah bukti nyata demokrasi bangsa dan pendidikan politik berhasil dilaksanakan implementasinya di luar dinding - dinding kelas.
Pimpinan Redaksi : Syakira Azzah K.S.
Jurnalis : Syakira Azzah K.S.
Editor & Translator : Syakira Azzah K.S.
Documentation : SMA Pembangunan Jaya Sidoarjo Students


Tinggalkan Balasan