Selama dua tahun terakhir, SMA Pembangunan Jaya Sidoarjo telah berpartisipasi dalam program Kemendikburistek, “Kurikulum Merdeka” dengan melaksanakannya pada Penilaian Tengah Semester (PTS) berbasis proyek dengan tema “Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila”. Setelah proyek tersebut selesai, para siswa ditugaskan untuk tinggal dan mengajar di wilayah yang jauh dari kontur lingkungan tempat tinggal mereka – baik secara sosial maupun geografis. Pada bulan Februari lalu, program yang dikenal dengan PJ ILOP (Pembangunan Jaya Inbound Living & Observation Program) ini diadakan di Desa Madiredo yang terletak di Pujon, Jawa Timur.
Dalam kurun waktu tiga hari (27 – 29 Februari), para siswa berinteraksi dengan Desa Madiredo melalui berbagai macam aktivitas, mulai dari mengajar di sekolah dasar setempat hingga memasak hidangan penutup khas desa. Dalam tiga hari tersebut, para siswa juga diberikan pengalaman tinggal di rumah warga bersama pemilik rumah setempat. Di desa tersebut, para siswa mendapat kesempatan untuk melihat dan belajar tentang Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Desa Madiredo, yang dilaporkan menghasilkan lebih dari 120 juta rupiah setiap tahun hanya dengan menjual sampah rumah tangga. Dan di hari terakhir, para siswa melepas penat dengan menghabiskan beberapa jam berenang dan menikmati pemandangan telaga Madiredo yang jernih dan menyegarkan. Untuk mengetahui lebih mendalam dan personal, The Arc meminta beberapa siswa untuk menggambarkan pengalaman mereka, berikut apa kata mereka,
Gwen ’25, “ILOP seru dan capek! Kita dapat banyak cerita dan pengalaman pas ILOP, terutama lebih tahu tentang lingkungan diluar lingkungan kita biasanya. such a good experience.”
Aurellia ’25, “Seru banget! Benar – benar waktu dimana kita bisa belajar banyak hal terus spending quality time sama teman – teman satu sekolah, terus juga belajar berbaur dan budaya disana yang benar – benar keren dan seru!”
Shania ’25, “Seru banget, karena banyak pengalaman yang kita dapetin disana. Tapi menurutku, kurang berkesan daripada yang tahun lalu, karena yang sekarang ini dia dari segi rumah itu rata – rata sudah modern dan juga dia ngga yang se desa itu jadi aku kurang bisa dapetin vibes hidup jadi orang desa nya.
Aulia ’25, “ILOP kemarin seru banget, banyak banget aktivitas sama pengalaman baru dari ILOP kemarin yang sudah dilakuin bareng – bareng yang pastinya gabakal terlupakan. ILOP kemaren bener – bener ngasi pelajaran baru mulai dari kehidupan yang pastinya berbeda dari kehidupan kita biasanya, mempererat pertemanan dengan satu pemondokan, sampai hal – hal baru yang mungkin tidak bisa kita rasakan di kehidupan biasanya, pokoknya seru banget.”
Descha ’25, “Seru, gara – gara ILOP kemarin jadi tahu perbedaan culture di kota sama desa. Terus dapat banyak banget ilmu sama experience nya.”
Niesya ’25, “ILOP kemarin seru sekali, kita jadi tahu gimana rasanya hidup di tempat yang bia dibilang cukup beda jauh sama tempat tinggal kita, terus kita juga belajar kompak, saling kerja sama di pemondokan biar ngga buang - buang waktu, banyak pengalaman pokoknya dari ILOP 2024.”
Kiara ’25, “ILOP tahun ini ngga kalah serunya sama tahun kemarin, sama – sama dapet pengalaman baru juga di tahun ini, bisa lebih banyak abisin waktu sama temen – temen dibanding sama hp, ini menurutku udah seru banget karena jarang kita bisa begini. Terus lebih banyak jalan – jalan di sekitar desa dan orang – orangnya rata – rata ramah semua bener – bener welcoming kita! Terus kita bisa tahu aktivitas warga desa dan kebiasaannya tiap hari gimana jadi seru kita bisa ngerasain buat nyesuaiin sama kebiasaanya mereka.”
Tujuan dari program ini adalah agar siswa dapat memahami realitas di luar kenyamanan mereka, membantu sesama, dan mengajari mereka untuk tidak hanya memandang tanah airnya dari tempat mereka berdiri saja. Program ini dibuat agar materi yang ditulis di papan tulis setiap hari mendapat kesempatan untuk menyebar ke luar kelas. Dan dengan taburan petualangannya, PJ ILOP sukses menjadi pengalaman yang berharga dan menyegarkan bagi para siswa.
Pimpinan Redaksi : Syakira Azzah K.S.
Jurnalis : Syakira Azzah K.S.
Editor & Translator : Syakira Azzah K.S.
Documentation : Mr. Andhy


Tinggalkan Balasan ke Anonim Batalkan balasan