Pandora 2024: Memperkuat Identitas Bahasa Lokal melalui Seni dan Sinema

Pada hari Kamis, 20 Juni 2024, acara Pandora 2024 digelar. Sebagai salah satu implementasi dari program P5Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasilauntuk siswa kelas sepuluh, SMA Pembangunan Jaya mengadakan acara seni dan budaya kearifan lokal setiap tahun yang disebut "Pandora", singkatan dari “Panggung Dolanan Bahasa dan Sastra”. Program ini merupakan implementasi aspek materi kearifan lokal dalam P5 kelas sepuluh. Untuk Pandora, siswa kelas sepuluh diminta untuk menciptakan karya seni berbentuk film pendek, yang kemudian pada acara perayaan akhirnya akan dipertunjukkan bersama beberapa penampilan lainnya oleh siswa kelas sebelas.

Pandora tahun ini mengangkat tema tentang Bahasa. Berbeda dengan tahun sebelumnya, pada Pandora tahun ini penampilan drama yang dilakukan berbentuk sebuah tayangan film pendek. Konsep baru pada Pandora ini adalah adanya 3 film pendek terpisah yang dibuat oleh masing-masing kelas. Tantangan yang diberikan kepada siswa kelas sepuluh dalam pembuatan film pendek pada Pandora ini adalah untuk menggabungkan elemen tema “bahasa” dan nilai-nilai tradisional ke dalam film pendeknya. 

Acara dibuka dengan penampilan budaya dengan sentuhan kreatif dari siswa kelas sebelas. Kemudian dilanjutkan dengan talkshow bersama Afrian Arisandy, seorang seniman, aktor, dan guru agama dari Sidoarjo yang juga berperan dalam salah satu film horor yang sedang naik daun saat ini, "Siksa Kubur". Talkshow ini membahas pengalaman Afrian di industri perfilman, pengalaman syuting "Siksa Kubur", perjalanan karya-karyanya sebagai seorang aktor yang juga seorang guru, serta tips bagi siswa yang ingin mengejar karir di bidang seni dan perfilman. Bagian selanjutnya dari acara ini adalah penayangan masing-masing film pendek setiap kelas dan sesi tanya jawab dengan para pemeran dan anggota produksi film. Mulai dari tema fantasi, romansa, hingga horor, siswa kelas sepuluh memamerkan bakat mereka dalam berbagai genre pembuatan film dan akting. Beberapa kelas juga memperlihatkan cuplikan di balik layar yang menambah kedalaman pada karya mereka. Acara berikutnya tidak kalah menarik, yaitu peluncuran dua buku (fiksi dan puisi) yang ditulis oleh siswa kelas sebelas. Dan yang terakhir namun tidak kalah penting, acara ditutup dengan sesi pemberian penghargaan untuk film pendek dan penampilan terbaik, di mana sutradara film-film yang mendapatkan penghargaan (Kalila '26 & Nenggo '26) berbagi pengalaman dan cerita perjuangan mereka dalam pembuatan masing-masing film pendek. 

Untuk mendapatkan gambaran lebih dekat tentang pembuatan film, The Arc menanyakan kepada salah satu pemeran, Aisyah Farra '26 untuk menggambarkan pengalamannya: 

“Buat pengalaman jadi main character di film pendek Pandora pastinya capek banget ya kak, cause tugas di film itu paling banyak scene nya dan sering muncul jadi bener-bener yang capek banget kalau bisa bilang dan posisi nya di waktu pengerjaan Pandora lagi sakit sampe suara hilang. Secara keseluruhan sih seru banget ya karena aku jadi banyak belajar dari Pandora ini kak contoh nya aku jadi bisa tau cara ngatur mimik muka, ngatur emosi, terus di Pandora ini karena ga bisa baca text jadi harus hafalin text dan dari situ aku belajar gimana cara buat hafalin text cepet tapi engga ada beberapa kalimat yang tertinggal. banyak plus minus nya di project ini tapi dari Pandora ini aku dan temen-temen jadi tau kalau kerjasama dan kekompakan kelas itu sangat penting, kalau dibilang cape pasti capek dan stress banget ya karena harus ngatur waktu harus jaga badan karena syuting nya sendiri sampai malem-malem bahkan kadang engga makan but, kalau dikerjain sama temen-temen tuh engga kerasa sedikitpun capek yang kerasa tapi jadi hilang liat temen-temen kasih semangat. Serunya dari Pandora tuh karena kita bisa spend time sama temen di saat akhir-akhir sekolah gini jadi banyak memories yang bisa dikenang pastinya. Untuk proses pembuatannya pasti bingung banget ya kak ada beberapa scene yang kita harus ngulang adegan yang sama cuma buat ngambil video dari beberapa pov, dan selama pembuatan film itu banyak banget kendala banyak banget retake vidio karena pertama suara aku yang habis karena sakit, kurang maksimal, lupa text nya, dan ada satu scene yang kita berusaha banget buat dapetin hasil yang mulus jadi di scene itu aku beneran loncat dari pinggir kolam ke dalam kolam nya biar dapet hasil yang bener-bener bagus dan mulus ya walaupun itu bikin kaki jadi sakit tapi setelah liat hasil nya yang mulus itu bener bener bikin happy banget si. Dan selama syuting pun aku dan temen-temen gak terlalu merasa capek atau apapun itu karena kita ngerjain bareng-bareng jadi engga kerasa aja soalnya pastinya anak-anak saling kasih support ada juga yang kasih jokes jadi lupa kalau kita lagi capek haha. Buat keseluruhan kita gak merasa kesusahan si kak mungkin susahnya membangun chemistry sama lawan main yang beda gender, susahnya disitu aja si apalagi kalau engga deket jadi pastinya canggung banget ya tapi nama nya syuting jadi kita harus profesional walaupun waktu latihan tremor banget pegangan tangan sama lawan jenis”. 

Kemudian, untuk mengetahui lebih banyak tentang latar belakang dan tujuan dari Pandora tahun ini, tema dan pengalaman dalam menyusunnya, The Arc menanyakan kepada ketua pelaksana Pandora tahun ini, Pak Gigih Pebrianto:

“Pandora merupakan salah satu P5. Jadi untuk yang P5 ini di kelas 10 ada tiga, yaitu religious fest, global entrepreneurship week, dan Pandora. Lalu untuk kelas 11 ada PJ ILOP dan Artomic. Jadi memang, Pandora ini sebenarnya khusus untuk kegiatannya anak kelas 10, sehingga lebih difokuskan ke kelas 10. Lalu apabila dibandingkan dengan tahun lalu, tahun ini sedikit berbeda. Kalau tahun lalu mengangkat tentang drama atau teater, tahun ini adalah tentang film. Hal itu juga tidak terlepas dengan pertimbangan bahwa SDM atau potensi anak - anak kelas 10 yang sekarang itu lebih cenderung ke arah film dibandingkan dengan drama atau teater. Hal itu bisa dilihat dari prestasi yang diraih oleh Kalila, Nenggo, dan Chelsi yang beberapa waktu lalu bisa tembus pada FLS2N maju ke tingkat provinsi, dan itu merupakan kali pertama SMA Pembangunan Jaya SDA bisa sampai ke tahap tersebut. maka dari itu, kita fokuskan ke arah film. kemudian untuk kelas 11 memang tetap dilibatkan walaupun fokusnya pada kelas 10. Ini sama seperti pelaksanaan P5 Artomic yang dimana itu sebetulnya merupakan projek kelas 11 namun kelas 10 tetap dilibatkan. Jadi memang antar jenjang kelas itu saling membantu. tetapi untuk penilaian P5 sendiri, tetap fokus di kelasnya masing - masing. Kemarin kita ada semacam apresiasi untuk film dan tampilan terbaik.”, Pak Gigih menjelaskan tentang latar belakang Pandora tahun ini. Kemudian, ketika berbicara tentang tantangan dan kesulitan Pandora tahun ini, beliau mengatakan, “Karena ini proses pembuatan film, hal itu ternyata cukup rumit dibandingkan dengan drama. Karena kalau drama kita hanya menyiapkan naskah, panggung, dan kemudian latihan. tapi kalau film itu ternyata lebih rumit karena, settingnya yang berbeda - beda ; ada yang didalam dan ada yang diluar. terutama apabila diluar ini ada urusan perizinan, akses ke lokasi tersebut, dan pembagian waktu antara kegiatan sekolah dengan shooting yang ada di luar. Hal tersebut semuanya ternyata lebih sulit apabila dibandingkan dengan drama, dan itu yang paling menjadi kendala. Terlebih lagi, selama pelaksanaan pandora dari tanggal 5 sampai dengan 20 Juni itu kita kegiatannya berbarengan dengan classmeeting kemudian idul adha, kampus expo dan masih banyak kegiatan lain. Jadi, dalam rentang waktu sekitar dua minggu itu, P5 Pandora berbarengan dengan kegiatan - kegiatan yang lain. Itulah yang menjadi kendala paling menyulitkan terutama bagi anak - anak siswa kelas 10”. “Adapun hasilnya, Saya rasa cukup bagus. Terlebih, saya mengapresiasi untuk kelas 10B - sebenarnya untuk kelas sepuluh semuanya baik kelas 10A, 10B dan 10C juga bagus. Tapi untuk yang kelas 10B dan 10C yang terpilih sebagai film terbaik satu dan dua itu, karya mereka luar biasa. Mereka sangat totalitas dalam mengerjakan Pandora, mereka bisa menggarap film maksimal walaupun mungkin ada beberapa kekurangan untuk filmnya kemarin ada beberapa film yang subtitle nya belum ada atau audionya itu kurang maksimal, tapi saya rasa ini sudah merupakan hasil yang terbaik, melihat betapa sibuknya kegiatan selama dua minggu terakhir itu.", Beliau melanjutkan. Untuk kesan dan pesan terhadap Pandora tahun ini, Pak Gigih memyampaikan, "Pandora ini selalu menjadi penutup kegiatan akhir tahun ajaran yang diharapkan itu bisa menjadi karya terakhir baik yang kelas 10 maupun 11, untuk tahun ini memang kita mengkonsepnya untuk yang kelas 11 kita ada proyek membuat buku dan diharapkan buku itu menjadi ibaratnya karya terakhir waktu mereka kelas 11, sehingga kedepannya ketika mereka sudah kelas 12, mereka ada kenang-kenangan bahwa di kelas 11 itu mereka pernah membuat buku. Bukan hanya kenang - kenangan untuk kelas 11 saja, namun untuk kelas 10 juga. Ketika mereka sudah masuk ke kelas 11 mereka ada kenang - kenangan karya bahwa mereka pernah membuat film. Dan, memang hal ini yang diharapkan nanti menjadi suatu kenang - kenangan ketika mereka sudah lulus nanti dari SMA Pembangunan Jaya SDA bahwa mereka dulu itu "oh saya pernah membuat film, pernah menerbitkan buku", harapannya begitu. Semoga kedepannya, kegiatannya semakin lancar, tanpa kendala, semakin meriah lagi dengan konsep - konsep yang lebih baru, seperti itu”.

Kedua pernyataan dari narasumber tersebut menunjukkan bahwa Pandora tahun ini telah berhasil dalam mendorong bakat siswa dan rasa apresiasi yang baru terhadap budaya, bahasa, dan kearifan lokal. Dan dengan konsep yang akan selalu diperbarui, sangat menarik untuk melihat apa yang akan disajikan pada Pandora tahun depan!

Pimpinan Redaksi : Syakira Azzah K.S.

Jurnalis : Syakira Azzah K.S.

Editor & Translator : Syakira Azzah K.S.

Documentation : event’s photographer

Satu tanggapan untuk “Pandora 2024: Memperkuat Identitas Bahasa Lokal melalui Seni dan Sinema”

  1. Avatar Gg
    Gg

    Kerennn!

Tinggalkan Balasan ke Gg Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian