Kabar membanggakan datang dari siswa kelas XII yang berhasil lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2025. Beberapa di antaranya berhasil menembus perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia melalui jalur prestasi ini hingga mendapatkan golden ticket. Ini adalah pencapaian luar biasa, terutama mendengar kabar keberhasilan para peserta didik SMA Pembangunan Jaya 2. Semua usaha mereka akhirnya terbayarkan dengan diterimanya mereka di universitas impian, tanpa perlu mengikuti tes seleksi lainnya.
Untuk menggali lebih dalam kisah sukses mereka, The Arc meminta beberapa siswa untuk berbagi pengalaman pribadi mereka. Berikut ini yang mereka sampaikan:
Alya’25 yang berhasil masuk jurusan Teknik Kimia di Universitas Brawijaya mengungkapkan, ”Sejak kelas 10 aku bener-bener jaga nilai karena pengen banget masuk Teknik Kimia. Walau bukan kampus impian, tapi jurusannya sesuai banget. Pas lihat dinyatakan lolos SNBP, rasanya campur aduk tapi ternyata semua usahaku terbayar. Aku tuh sebenernya nggak bisa belajar terlalu lama. Belajar satu-dua jam aja udah kayak ambruk, kadang sampai hampir pingsan. Tantangan terbesarku memang soal kesehatan, dan sulit banget buat menyeimbangkan antara akademik sama jaga kondisi. Tapi akhirnya aku sadar, aku harus utamain kesehatan dulu. Walaupun begitu, aku tetap bisa mempertahankan nilai sampai selalu naik tiap semester, bahkan masuk top 3 eligible. Awalnya aku juga nyiapin Plan B buat SNBT, padahal sekolah lagi sibuk proyek dan OSIS, tapi alhamdulillah akhirnya lolos SNBP."
Dilanjut, Alya’25 memiliki harapan dan pesan singkat untuk teman-teman seangkatannya dan adik kelas:
“I hope I can be an outstanding student in academic and non-academic, join many organizations, be active in committees, get a high GPA even though engineering is difficult, and graduate cum laude. You have to start preparing yourself from grade 10, especially for UTBK. Don’t give up, really fight for what you want. For my friends in arms, don’t be afraid to fall, because I believe you can all succeed. We must help each other, encourage each other.”
Baca Selengkapnya
Shania’25 juga mengungkapkan pengalamannya sebagai penerima golden ticket Universitas Airlangga untuk jurusan Teknik Biomedis. “Nggak nyangka bisa masuk, soalnya Teknik Biomedis di UNAIR termasuk salah satu dari top 7 jurusan tersulit yang peluangnya cuma sekitar 5%. Pas tahu aku keterima di pilihan pertama lewat SNBP, rasanya seneng banget, masih nggak percaya. Aku bersyukur banget diberi kesempatan ini. Tantanganku lebih ke manajemen waktu, karena harus bisa seimbang antara akademik dan non-akademik. Waktu kelas 11 dan 12 aku sempat dispen sebulan penuh, jadi begitu masuk langsung ujian. Aku harus ngebut mengejar nilai sambil tetap aktif di kegiatan kayak duta Pepelingasih dan Paskibraka. Alhamdulillah, nilai akademikku tetap stabil dan selalu naik dari kelas 10 sampai 12.”
Untuk harapannya, Shania’25 ingin memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Tak lupa ia sampaikan pesan manis kepada teman-teman semuanya:
“Karena aku dapet golden ticket, aku pengen menjadikan ini sebagai peluang untuk berkembang. Aku ingin kuliah dengan serius, berprestasi di akademik dan organisasi, dan bisa membanggakan kampus, diriku sendiri, dan juga masyarakat. Percaya diri itu penting. Kalian harus tahu tujuan kalian supaya langkah kalian jelas, dan selalu libatkan Tuhan dalam setiap perjalanan. Kalau jalannya bukan di sini, Tuhan pasti sudah siapkan jalan lain yang lebih baik.”
Aurelia’25, penerima golden ticket Universitas Airlangga untuk jurusan Ilmu Hukum, membagikan pengalamannya. “Sebenernya aku antara kaget dan nggak kaget. Dari kelas 10 aku udah targetin SNBP dan fokus banget ngejar nilai. Rapotku selalu naik, bahkan di semester akhir nilainya lumayan tinggi. Aku percaya diri karena udah usaha keras, dan sering banget manifesting juga. Jadi pas keterima, aku ngerasa, ‘aku deserve buat dapetin ini’ Semua kerja keras dan konsistensiku akhirnya terbayar. Selama perjalanan dari kelas 10 sampai 12, aku sering mikir, sebenernya aku bisa aja santai, nggak perlu sekeras ini ngejar nilai dan prestasi. Tapi justru itu tantangannya,.”
Aurelia’25 juga menyampaikan harapan dan pesan kepada teman-teman seangkatannya dan adik kelas:
“Harapannya, semoga aku bisa menjalani kuliah dengan baik. Aku memang pengen masuk hukum, tapi jujur aku masih belum yakin langkah selanjutnya apa. Semoga nanti pas udah mulai kuliah, aku bisa lebih jelas dan yakin sama arahku. Untuk teman-teman seangkatan dan adik-adik kelas, jangan patah semangat, jangan terlalu memaksakan diri, dan percaya sama jalan Tuhan, karena Tuhan pasti punya jalan terbaik.”
Dengan semangat yang tak pernah padam dan kerja keras yang konsisten, para siswa ini membuktikan bahwa mimpi untuk masuk perguruan tinggi negeri bukanlah hal yang mustahil. Semoga pencapaian mereka menjadi motivasi bagi generasi berikutnya untuk terus berusaha dan percaya pada kemampuan diri.
Pimpinan redaksi : Evelyne Dian P.
Jurnalis : Evelyne Dian P. dan Michael Jonathan K.
Editor & Translator : Evelyne Dian P.
Photo : Event’s photographer


Tinggalkan Balasan